Level B2 CEFR (Common European Framework of Reference for Languages) adalah tingkat upper-intermediate yang menunjukkan bahwa seorang pembelajar bahasa sudah mampu menggunakan bahasa secara mandiri, efektif, dan cukup kompleks, baik dalam konteks akademik maupun profesional.
Berikut penjelasan ringkas dan sistematis:
1. Gambaran Umum Level B2
Pada level B2, pembelajar:
-
Sudah tidak bergantung pada ungkapan hafalan
-
Mampu berinteraksi dengan penutur asli secara relatif lancar
-
Dapat menyampaikan pendapat, argumen, dan analisis dengan jelas
Level ini sering dianggap sebagai batas minimal untuk studi atau kerja internasional dalam bahasa target (misalnya bahasa Inggris).
2. Kemampuan Utama pada Level B2
a. Listening (Menyimak)
-
Memahami gagasan utama dan detail dari pidato panjang, diskusi, atau presentasi
-
Mengikuti percakapan kompleks, termasuk argumen dan sudut pandang
-
Memahami sebagian besar program TV, berita, dan film tanpa terlalu banyak kesulitan
b. Reading (Membaca)
-
Memahami artikel dan laporan tentang isu kontemporer dan abstrak
-
Mengidentifikasi sikap, sudut pandang, dan tujuan penulis
-
Membaca teks akademik atau profesional dengan kosakata menengah–lanjutan
c. Speaking (Berbicara)
-
Berbicara lancar dan spontan tanpa banyak jeda
-
Berpartisipasi aktif dalam diskusi, debat, dan rapat
-
Menyampaikan pendapat dengan alasan logis dan contoh pendukung
d. Writing (Menulis)
-
Menulis teks jelas dan terstruktur (esai, laporan, artikel)
-
Mengembangkan argumen secara sistematis
-
Menggunakan variasi struktur kalimat dan kosakata dengan cukup akurat
3. Ciri Kebahasaan Level B2
-
Menguasai struktur kompleks (conditional, passive, relative clauses)
-
Memiliki kosakata luas, termasuk istilah akademik umum
-
Kesalahan masih ada, tetapi tidak mengganggu pemahaman
-
Dapat menyesuaikan bahasa sesuai konteks formal dan informal
4. Contoh Aktivitas yang Bisa Dilakukan Pembelajar B2
-
Mengikuti kuliah atau seminar berbahasa Inggris
-
Menulis artikel ilmiah sederhana atau esai argumentatif
-
Presentasi akademik dengan sesi tanya jawab
-
Diskusi kritis tentang isu sosial, pendidikan, atau budaya
5. Posisi B2 dalam Skala CEFR
Urutan level CEFR:
-
A1–A2: Basic User
-
B1–B2: Independent User
-
C1–C2: Proficient User
➡️ B2 berada di puncak Independent User, sebelum masuk ke tingkat lanjutan (C1).
Deskriptor CEFR B2 – Konteks Akademik (EFL Indonesia)
1. Listening (Academic Listening)
Mahasiswa pada level B2 mampu:
-
Memahami kuliah, seminar, dan presentasi akademik berbahasa Inggris dengan kecepatan normal
-
Mengidentifikasi ide utama, detail penting, dan hubungan sebab–akibat
-
Mengikuti diskusi akademik meskipun terdapat aksen non-native
-
Memahami istilah akademik umum dalam bidang studi sosial, pendidikan, dan humaniora
Indikator performa:
-
Mampu membuat ringkasan isi kuliah
-
Menjawab pertanyaan inferensial dari materi lisan
2. Speaking (Academic Speaking)
Mahasiswa pada level B2 mampu:
-
Menyampaikan presentasi akademik terstruktur (pendahuluan–isi–penutup)
-
Mengemukakan pendapat, interpretasi, dan kritik sederhana terhadap bacaan akademik
-
Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas dan seminar
-
Menanggapi pertanyaan dengan argumen yang relevan dan logis
Indikator performa:
-
Menggunakan penanda wacana akademik (however, therefore, in contrast)
-
Kesalahan gramatikal tidak menghambat kejelasan pesan
3. Reading (Academic Reading)
Mahasiswa pada level B2 mampu:
-
Memahami artikel jurnal, buku teks, dan laporan penelitian tingkat menengah
-
Mengidentifikasi tesis, argumen, dan kesimpulan penulis
-
Menafsirkan makna kosakata akademik dari konteks
-
Membedakan fakta, opini, dan temuan penelitian
Indikator performa:
-
Mampu menjawab pertanyaan analitis dan evaluatif
-
Dapat melakukan critical reading dasar
4. Writing (Academic Writing)
Mahasiswa pada level B2 mampu:
-
Menulis esai akademik, ringkasan artikel, dan laporan singkat
-
Menyusun paragraf dengan kohesi dan koherensi yang jelas
-
Mengembangkan argumen dengan contoh dan referensi sederhana
-
Menggunakan gaya akademik formal secara konsisten
Indikator performa:
-
Struktur esai jelas (introduction–body–conclusion)
-
Kesalahan bahasa bersifat minor dan tidak sistematis
5. Grammar and Vocabulary (Academic Language Control)
Mahasiswa pada level B2 mampu:
-
Menggunakan struktur kompleks (passive voice, relative clauses, conditionals)
-
Memiliki kosakata akademik umum (academic word list)
-
Menghindari penggunaan bahasa lisan dalam teks akademik
Indikator performa:
-
Variasi struktur kalimat terlihat
-
Kolokasi akademik cukup tepat
6. Critical Thinking & Academic Literacy
Mahasiswa pada level B2 mampu:
-
Menyampaikan pendapat kritis berbasis sumber
-
Membandingkan dua atau lebih pandangan akademik
-
Menggunakan sumber secara etis (paraphrasing sederhana)
Indikator performa:
-
Argumen logis meskipun belum mendalam
-
Kesadaran awal terhadap plagiarisme
7. Intercultural & Classroom Communication
Mahasiswa pada level B2 mampu:
-
Berkomunikasi efektif dengan dosen dan mahasiswa internasional
-
Menunjukkan kesadaran norma akademik global
-
Menyesuaikan gaya bahasa dalam konteks formal akademik
Ringkasan Fungsi Akademik Level B2
Pada level B2, mahasiswa EFL Indonesia siap mengikuti perkuliahan berbahasa Inggris, melakukan presentasi akademik, menulis esai ilmiah dasar, dan terlibat dalam diskusi kritis—meskipun belum pada tingkat produksi akademik lanjutan (C1).
No comments:
Post a Comment