Saturday, January 10, 2026

Sinopsis Film Cellular (2004), Batman (2022) dan realitas carut marut kehidupan sosial politik di Amerika Serikat

 Sinopsis Film Cellular (2004):

Film Cellular bercerita tentang Jessica Martin, seorang guru yang diculik dan dikurung oleh sekelompok pria bersenjata. Ketika ia berhasil menelepon seorang pemuda asing bernama Ryan melalui ponsel yang terhubung secara acak, Ryan harus berjuang untuk menyelamatkannya. Saat cerita berkembang, terungkap bahwa penculik sebenarnya polisi korup dari Departemen Kepolisian Los Angeles, bukan sekadar penjahat acak — mereka terlibat dalam konspirasi kejahatan yang jauh lebih besar, dan aparat yang seharusnya melindungi justru menjadi ancaman terbesar. Tema ini menunjukkan bagaimana institusi yang dipercaya masyarakat bisa disusupi oleh korupsi sehingga fungsi perlindungan terhadap warga menjadi rusak total, memunculkan keputusasaan bagi korban dan masyarakat yang menyaksikan

 Sinopsis Film– The Batman (2022):

The Batman mengikuti Bruce Wayne sebagai Batman yang mencoba mengungkap rantai korupsi dan kejahatan di Gotham City ketika seorang pembunuh berantai, The Riddler, menarget pejabat publik dan penegak hukum. Penyelidikan Batman mengungkap bahwa pejabat pemerintahan, polisi, dan jaksa yang seharusnya menegakkan hukum telah terlibat dalam praktik korupsi dan berkolusi dengan sindikat kriminal untuk keuntungan pribadi. Kejahatan dan korupsi ini sudah merusak struktur pemerintahan dan penegakan hukum Gotham sedemikian rupa sehingga warga tidak lagi merasa aman, memperlihatkan gambaran kota yang nyaris runtuh karena sistem yang bobrok. Film ini secara jelas menyoroti isu aparat keamanan dan politisi yang salah urus dan malah memfasilitasi kejahatan, sehingga masyarakat kehilangan kepercayaan pada institusi mereka.

Kaitannya dengan realitas sosial di Amerika:
Kedua film ini — meskipun fiktif — mencerminkan kekhawatiran nyata dalam kehidupan masyarakat Amerika Serikat, di mana isu korupsi, penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat penegak hukum, dan kepercayaan publik yang runtuh merupakan topik yang sering dibahas. Kasus-kasus nyata seperti skandal korupsi di beberapa divisi kepolisian, pay-to-play dalam politik lokal, dan tuduhan kolusi antara aparat dan pelaku kriminal telah memicu kritik tajam terhadap integritas lembaga penegak hukum dan pemerintahan. Ketika aparat yang seharusnya melindungi justru terlibat dalam kejahatan — baik secara individu maupun institusional — masyarakat bisa merasa putus asa dan tidak berdaya, sebuah kondisi yang digambarkan melalui narasi film-film tersebut. Praktek-praktek semacam ini telah memicu debat luas di masyarakat AS tentang reformasi kepolisian, transparansi politik, dan perlunya sistem akuntabilitas yang kuat agar rakyat dapat kembali percaya bahwa aparat benar-benar bekerja untuk kepentingan umum.Bagaimana dengan Kondisi di Indonesia?  Silakan tulis di kolom komentar.

No comments:

Post a Comment